Minggu, 24 Juli 2011

Penulisan Artikel Bag 2.

BAGIAN PENGANTAR
Bagian pengantar sering disebut pendahuluan; berfungsi memperkenalkan topik karangan kepada pembaca sebagai penegasan terhadap judul artikel dan memberikan gambaran singkat  isi tulisan. Bagian pengantar  harus memiliki  daya tarik agar pembaca berminat untuk membaca artikel hingga selesai. Oleh karena itu bagian pengantar perlu diolah secara hidup, dinamis, dan menawan. Kalimat pembukaan yang senada atau kaku hanya akan menjadi suatu pengantar yang membosankan yang dapat memadamkan selera pembaca untuk meneruskan membaca. Lebih-lebih bilamana karangan itu harus bersaing meraih minat dengan karangan-karangan lainnya dalam suatu media publikasi.
TEKNIK PENULISAN PENDAHULUAN
1. Pengetahuan yang Diketahui Bersama
Bagian pengantar atau pendahuluan berisi sesuatu butir pengetahuan yang kiranya sama-sama diketahuai oleh penulis maupun para pembaca pada umumnya.
2. Suatu Pertanyaan Retoris
Pertanyaan retoris adalah suatu pertanyaan yang diajukan  oleh penulis dengan tiada maksud untuk dijawab, melainkan untuk mempertinggi efek penuturan atau  mengantarkan suatu topik tertentu.
3. Informasi Latar Belakang
Informasi ini dapat kita ambil dari survey yang dilakukan, atau dengan mengemukakan data dan fakta yang mendukung latar belakang penulisan artikel yang kita buat.
4. Sebuah Kutipan
Membuat pendahuluan dengan menuliskan kutipan dari para ahli.
BAGIAN ISI (PEMBEBERAN)
1. Teknik pemaparan dari butir-butir informasi yang sederhana menuju ke yang rumit
2. Teknik diagram, cara memperjelas  pemaparan dengan pembuatan bagan, sketsa atau gambar.
3. Teknik penyajian contoh yang tepat dan memadai.
Dalam pemaparan teknik apa pun, suatu pedoman yang tidak boleh diabaikan ialah pemakaian bahasa tulis yang sederhana dengan kata-kata yang dikenal umum dan kalimat-kalimat yang tidak berbelit-belit, karena artikel ditujukan kepada masyarakat luas. 
BAGIAN PENUTUP
Setiap artikel bilamana telah selesai pembeberan topiknya hendaknya ditutup dengan sepatutnya. Penutupan itu dimaksudkan untuk menjadi tanda bahwa karangan telah berakhir sehingga dapat menimbulkan perasaan lega pada pembaca.
TEKNIK PENUTUP ARTIKEL
1.1. Penegasan kembali atau ringkasan.
2.2. Penurunan tambahan implikasi.
3.3. Kutipan.
4.4. Teknik (1) dan (3).
5.5. Teknik (2) dan (3).

Sabtu, 16 Juli 2011

Penulisan Artikel Bag 1.

Kali ini, saya akan mencoba membagi beberapa materi Penulisan Artikel. Penulisan Artikel adalah salah satu mata kuliah yang ada dalam jurusan Ilmu Komunikasi.
Langsung saja,

Apa itu Artikel?
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan;bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur. 

Ciri-ciri artikel 
A. Lugas 
Tulisan langsung menuju persoalan.  
B. Logis
Segala keterangan yang dipaparkan harus memiliki dasar dan alasan yang masuk akal dan dapat diuji kebenarannya. 
C. Tuntas
Masalah atau tema yang dipilih dipaparkan secara mendalam.
D. Objektif 
Keterangan yang disajikan sesuai dengan data dan fakta yang ada.
E. Cermat 

Berusaha menghindari berbagai kekeliruan walau sekecil apapun.
F. Jelas dan Padat 

Keterangan mudah dipahami, tidak melibatkan emosi yang berlebihan, menggunakan bahasa baku dan memperhatikan tanda baca.

Jangkauan Pembaca
Pembaca sebuah jenis karangan artikel adalah masyarakat umum, atau khalayak ramai, bukan golongan ilmuwan atau kaum cendekiawan. Sebuah artikel dimaksudkan untuk setiap orang yang berminat membaca dan berhasrat menambah pengetahuannya.


Bentuk Pemaparan Artikel
Oleh karena artikel bermaksud menyampaikan sesuatu informasi untuk meningkatkan pengetahuan, pengertian, dan pemahaman pembaca, maka penulisan artikel sebaiknya berbentuk pemaparan (eksposisi).
Pemaparan adalah salah satu bentuk penuturan guna memenuhi kebutuhan akan penjelasan tentang susuatu hal. Pemaparan dimaksudkan untuk menjelaskan atau menerangkan susuatu hal secara tertib, runtut, dan masuk akal.

Susunan Artikel
1. Bagian Pengantar
Bagian yang terdepan mengantarkan pembaca untuk mengetahui topik apa yang akan dipaparkan dalam seluruh karangan.
2. Bagian Isi (Pembeberan Topik)
Merupakan isi sesungguhnya yang menyampaikan informasi kepada pembaca yang berminat membaca karangan tersebut.
3. Bagian Penutup
Bagian yang terakhir memberikan uraian penutup sehingga pembaca memahami secara utuh isi tulisan.

Jumat, 15 Juli 2011

Strategi dan Pengelolaan Target Public Relations

Strategi Public Relation
Perusahaan membenarkan suatu strategy dalam mencapai tujuan jangka panjang. Adapun strategy dari public relation menurut Pearce dan Robinson dalam Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto (2002:92) adalah sebagai berikut :
 
Menentukan misi perusahaan.

Mengembangkan company profile.

Penilaian terhadap lingkungan ekstern perusahaan, baik dari segi semangat kompetitif maupun secara umum.

Analisis terhadap peluang yang teredia dari lingkungan.

Identifikasi atas pilihan yang dikehendaki yang tidak dapat digenapi untuk memenuhi tuntutan misi perusahaan.

Pemilihan strategis atas objective jangka panjang dan garis besar strategi yang dibutuhkan  untuk mencapai objective tersebut.

Mengembangkan objective tahunan dan rencana jangka pendek yang selaras dengan objective jangka panjang dan garis besar strategi.

Implementasi atas hasil hal-hal diatas dengan menggunakan sumber yang tercantu dalam budget dan mengawinkan sumber daya manusia, struktur, teknologi dan sistem balas jasa yang memungkinkan.
 
Review dari evaluasi atas hal-hal yang telah dicapai dalam setiap periode jangka pendek sebagai suatu proses untuk melakuakn kontrol dan sebagai iput bagi pengambilan keputusan dimasa depan
 
Pengelolaan Target  Public Relations
        Public Relations profesional dalam pengelolaan sasaran/target yang hendak dicapainya melakukan pengadopsian tehnik-tehnik Management of Objective (MBO) dan Management by Objective of Result (MOR) untuk membantu ualitas nilai Public Relations dalam suatu organisasi.
            MBO dapat memberikan profesional Public Relation dengan sumber umpan yang sangat kuat. MBO dan MOR berhubungan dengan hasil-hasil Public Relations untuk penentuan target awal manajemen. Adapun poin-poin dalam MBO menurut Sholeh Soemirat dan Elvinaro Ardianto (2003:98) adalah sebagai berikut  :
1. Spesifikasi tujuan-tujuan organisasi dengan mencapai target penampilan organisasi.
2. Konferensi antara superior dan subordinate (bawahan)  untuk menyepakati terhadap pencapaian tujuan.
3. Kesepakatan antara atasan dan bawahan pada target yang konsisten dengan tujuan-tujuan organisasi.
4. Pengkajian secara periodik oleh atasan dan bawahan untuk menilai kemajuan pencapaian tujuan.

Adapun kunci penggunaan MBO secara efektif dalam tugas Public Relations  dapat di pecah ke dalam tujuan tahap secara kritis  :
1.      Memiliki batasan dan misi kerja.
2.      Menetapkan kunci areal keberhasilan (hasil) dalam jangka waktu tertentu, berupaya dan berkepribadian.
3.      Identifikasi fakto-faktor menentukan tindakan pada target yang telah ditentukan.
4.      Meletakan target/menetapkan hasil yang akan dicapai.
5.      Persiapan perencanaan secara taktis untuk mencapai target khusus, termasuk  :
Pemrograman untuk memantapkan suatu rangakain tindakan untuk mengikutinya.
Penjadwalan waktu yang dibutuhkan bagi setiap tahapan
Penganggaran untuk menugaskan sumber daya yang dperlukan bagi pencapaian tujuan
Pemantapan pertanggung jawaban secara individu untuk pencapaian target/sasaran
Pengkajian dan rekonsiliasi (perdamaian) melalui suatu prosedur testing untuk membawa kemajuan.
6.      Pemantapan keputusan dan peraturan untuk mengikutinya.
7.      Pemantapan prosedur untuk menangani pekerjaan


Tujuan, Tanggung Jawab dan Manfaat Public Relations

Tujuan Public Relation
Dalam suatu organisasi haruslah mempunyai tujuan yang jelas, begitupula dengan public relations. Tujuan dari public relations menurut Philips Kotler (2000:693), adalah sebagai berikut:
1.  Membangun kesadaran, dengan menempatkan media untuk menarik perhatian orang terhadap suatu produk, jasa, orang, ,organisasi atau ide.
2.  Membangun kredibilitas, dapat menambah kredibilitas dengan mengkomunikasikan pesan dalam suatu konteks editorial.
3.  Mendorong wiraniaga dan penyalur, dapat mebantu mendorong antusiasme wiraniaga dan penyalur, cerita mengenai suatu produk baru sebelum peluncurannya akan membantu wiraniaga untuk menjual produk itu kepada pengecer.
4.  Mengurangi biaya promosi, membutuhkan lebih sedikit biaya daripada pos langsung dan media iklan, semakin kecil anggaran promosi perusahaan, semakin kuat alasan menggunakan humas untuk memperoleh perhatian.

Tanggung Jawab Public Relation
Dalam kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, bagian public relations dalam sebuah organisasi memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab public relations menurut Basu Swastha DH (1999:270), adalah sebagai berikut  :
1. Menciptakan hubungan dengan kelompok dalam masyarakat dengan mepelajari pandangan mereka, menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dan memberikan informasi (edukasi).
2. Membuka jalur komunikasi dengan langganan, penyedia, distributor, pengecer, pemilik, lembaga atau instansi pemerintah, guru dan pemimpin masyarakat.
3. Mempelajari konsekuensi ekonomi, lingkungan sosial yang berpengaruh terhadap pratek-praktek organisasi serta mempelajari bagaimana meningkatkan pelayanan pada langganan, pemilik dan masyarakat.
4.    Melakukan usaha-usaha untuk membantu dalam menyelesaikan tujuan, kebijakan, tindakan, produk dan program organisasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi di pasar.
5.    Membantu seluruh anggota perusahaan dalam mengembangkan program informasi dan edukasi konsumen yang efektif.
6. Mengirimkan juru bicara ke sekolah, klub, kelompok-kelompok lain untuk melakukan dan mempertahankan dialog secara terbuka dengan murid / mahasiswa dan masyarakat lain.
7.      Mendorong karyawan untuk ikut mengambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan / kemanusiaan.
8.      Menanggapi keluhan konsumen / masyarakat serta memperbaiki akibat-akibat yang menimbulkan adanya keluhan tersebut.
9. Menunjukan kepada masyarakat bahwa organisasinya selalu memperhatikan, menyesuaikan dan melakukan usaha-usaha untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat. 
10. Menciptakan komunikasi dua arah dengan karyawan untuk mengetahui pendapat karyawan dan untuk mendorong karyawan memberikan gambaran yang baik tentang organisasi kepada pihak lain.
11. Melayani setiap orang yang ingin berhubungan dengan organisasi baik melalui person, telephon ataupun korespondensi.

Manfaat Public Relation
Public relations adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun image yang baik terhadap perusahaan, adapun manfaat dari public relation menurut Philip Kotler  (2000;691), adalah sebagai berikut:
·         Membantu peluncuran produk baru.
·         Membantu memposisikan kembali  produk mapan.
·         Membangun minat terhadap suatu kategori produk.
·         Mempengaruhi suatu kelompok sasaran tertentu.
·         Membela produk yang terkena masalah publik.
·         Membangun citra perusahaan sehingga mendukung produknya.

Public Relation


Public relations merupakan suatu fungi strategis dalam manajemen yang melakukan komunikasi untuk menimbulkan pemahaman dan penerimaan dari publik. Dalam proses penerimaan publik ini, perusahaan perlu memperhatikan hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

William Schoell (1993:441) dalam Buchari Alma (2000:145),
”Public Relations adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun image yang baik terhadap perusahaan, menjaga kepercayaan dari para pemegang saham”

Danny Griswold dalam Renald Kasali (2000:7) menyatakan  :
Public Relations adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi terhadap sikap – sikap publik, mengidentifikasikan kebijakan dan prosedur seseorang atau sebuah perusahaan terhadap publiknya, menyusun rencana serta menjalankan program komunikasi untuk meperoleh pemahaman dan penerimaan publik”

Public Relations adalah suatu fungsi manajemen yang melibatkan usaha-usaha jangka panjang  yang disengaja, terencana, terus menerus yang bertujuan untuk membentuk saling pengertian dan komunikasi dua arah antara organisasi dengan publiknya agar timbul opini positif dari publik terhadap organisasi.

Public Relations penekanannya bukan pada penjualan, namun lebih ke pemberian informasi, pendidikan dan upaya peningkatan pengertian lewat penambahan pengetahuan mengenai suatu produk atau jasa.
Tiga ciri khusus Public Relations menurut Fandy Tjiptono  (1999:231), antara lain  :
1.         Kredibilitas tinggi.
2.         Tidak terlihat sebagai promosi.
3.         Dramatisasi


Alat – alat utama dari promosi humas menurut Phillips Kotler (2000:693), seperti diuraikan dibawah ini  :

1.      Publikasi, perusahaan sangat tergantung pada materi yang dipublikasikan untuk menjangkau dan mempengaruhi pasar sasaran mereka. Materi publikasi itu mencakup laporan tahunan, brosur, artikel, laporan berkala dan majalah perusahaan serta materi audio visual.
2.      Peristiwa, perusahaan dapat menarik perhatian terhadap produk baru atau kegiatan pemasaran lainnya dengan menyelenggarakan peristiwa khusus, seperti konfrensi berita, seminar, tamasya, pameran, kontes dan kompetisi, peringatan hari jadi serta pemberian sponsor olah raga dan budaya yang akan menjangkau masyarakat sasaran.
3.      Berita, salah satu tugas utama profesional humas adalah menemukan atau menciptakan berita yang mendukung perusahaan, produk atau orang-orangnya. Penciptaan berita membutuhkan keahlian  pengembangan konsep cerita, pelaksanaan riset dan penulisan siaran pers.
4.      Pidato, pidato merupakan alat lain dari publisitas produk dan perusahaan. Semakin banyak eksekutif perusahaan yang harus menjawab pertanyaan  dari media atau memberi ceramah  di asosiasi perdagangan atau rapat penjualan, dan penampilan-penampilan itu dapat meningkatkan citra perusahaan.
5.      Kegiatan pelayanan masyarakat, perusahaan dapat meningkatkan citra baik di masyarakat dengan memberikan uang dan waktu dengan niat baik. Dalam hal ini pemasaran berhubungan sebab (cause-related marketing) semakin banyak digunakan perusahaan untuk membangun citra baik di masyarakat.
6.      Media identitas, dalam masyarakat dengan komunikasi yang berlebihan, perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan perhatian, mereka harus berjuang untuk mendapatkan identitas visual yang dapat segera dikenali masyarakat. Identitas visual diberikan oleh logo perusahaan, alat tulis, brosur, tanda, forrmulir bisnis, kartu bisnis, bangunan dan cara berpakaian.

Rabu, 13 Juli 2011

Selamat Datang di Halamanku

Sepuluh jari, kami haturkan
Permohonan maaf di kala tak berkenan
Untuk setiap Ilmu yang ada di peradaban
Hakikatnya adalah milik TUHAN